Info
Up to 20 KBLI Bidang Usaha, Buka rekening Bank, Kartu nama Semua Direktur, Stempel perusahaan
  April 10, 2026     16:04  
980 79




Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan perubahan pola konsumsi masyarakat, sektor jasa berbasis kebutuhan harian seperti laundry justru menunjukkan pertumbuhan yang stabil.

Bisnis laundry menjadi salah satu pilihan usaha yang relatif tahan krisis karena termasuk kebutuhan rutin, khususnya di kawasan urban, perkantoran, dan lingkungan mahasiswa.

Bahkan, tren pertumbuhan bisnis laundry di Indonesia terus meningkat seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan gaya hidup praktis.

Di Indonesia sendiri, usaha laundry masuk dalam kategori Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Pemerintah активно mendorong kemudahan perizinan melalui sistem digital berbasis risiko (OSS RBA), sehingga pelaku usaha tidak lagi menghadapi birokrasi yang rumit.

Namun demikian, masih banyak pelaku usaha yang belum memahami pentingnya legalitas usaha.

Padahal, memiliki izin resmi bukan hanya untuk kepatuhan hukum, tetapi juga meningkatkan kepercayaan konsumen, mempermudah akses pembiayaan, serta membuka peluang ekspansi bisnis di masa depan.




Usaha laundry adalah kegiatan usaha jasa yang bergerak dalam bidang pencucian pakaian dan tekstil, termasuk proses pengeringan, penyetrikaan, hingga perawatan khusus seperti dry cleaning.

Usaha ini termasuk dalam sektor jasa perawatan pribadi dan diklasifikasikan dalam sistem Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).

Dalam praktiknya, usaha laundry memiliki beberapa jenis layanan, di antaranya:
  1. Laundry kiloan yang umumnya ditujukan untuk kebutuhan sehari-hari
  2. Laundry satuan untuk pakaian tertentu seperti jas atau gaun
  3. Dry cleaning untuk perawatan khusus bahan tertentu
  4. Laundry industri yang melayani hotel, rumah sakit, atau perusahaan
Kode KBLI yang umum digunakan untuk usaha laundry antara lain KBLI 9601 (jasa laundry dan setrika), KBLI 9602 (dry cleaning), serta KBLI 9609 untuk jasa kebersihan lainnya.

Pemilihan kode KBLI yang tepat sangat penting karena akan menentukan jenis izin yang diperlukan serta klasifikasi risiko usaha.

Dengan memahami pengertian dan klasifikasi usaha laundry, pelaku usaha dapat menentukan arah bisnis serta memastikan kesesuaian dengan regulasi yang berlaku.




Perizinan usaha laundry di Indonesia mengacu pada sejumlah regulasi yang telah diperbarui dalam beberapa tahun terakhir. Regulasi ini bertujuan untuk memberikan kemudahan berusaha sekaligus menjaga standar operasional usaha.

Beberapa dasar hukum utama yang mengatur perizinan usaha antara lain:
  1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Perizinan Berusaha Berbasis Risiko
  3. Sistem OSS (Online Single Submission) berbasis risiko
  4. Peraturan Badan Pusat Statistik terkait KBLI

Melalui sistem berbasis risiko, pemerintah mengklasifikasikan usaha ke dalam tiga kategori utama, yaitu risiko rendah, menengah, dan tinggi.

Usaha laundry pada umumnya termasuk dalam kategori risiko rendah hingga menengah, tergantung pada skala dan dampak lingkungan yang ditimbulkan.

Untuk usaha dengan risiko rendah, pelaku usaha cukup memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) yang sekaligus berfungsi sebagai identitas usaha.

Sementara itu, untuk usaha dengan risiko menengah, diperlukan tambahan berupa Sertifikat Standar yang harus dipenuhi sebelum operasional penuh.

Dengan adanya regulasi ini, pemerintah berharap dapat menciptakan keseimbangan antara kemudahan berusaha dan kepatuhan terhadap standar operasional yang baik.




Untuk menjalankan usaha laundry secara legal, terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha. Persyaratan ini mencakup aspek administratif, legal, serta teknis operasional.

A. Persyaratan Administratif

  1. Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemilik usaha
  2. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  3. Alamat email dan nomor telepon aktif
  4. Alamat lengkap lokasi usaha

B. Persyaratan Legal

  1. Penentuan KBLI yang sesuai dengan jenis usaha
  2. Pendaftaran melalui sistem OSS untuk memperoleh NIB
  3. Sertifikat Standar untuk usaha risiko menengah

C. Persyaratan Teknis

  1. Ketersediaan air bersih yang memadai
  2. Sistem pembuangan limbah yang sesuai standar
  3. Peralatan laundry yang layak dan aman
  4. Standar kebersihan dan keselamatan kerja

D. Persyaratan Tambahan

  1. Izin lingkungan untuk usaha skala besar
  2. Persetujuan zonasi atau lokasi usaha
  3. Sertifikasi tambahan jika diperlukan

Memenuhi seluruh persyaratan ini tidak hanya memastikan kepatuhan terhadap hukum, tetapi juga membantu menciptakan operasional usaha yang lebih profesional dan berkelanjutan.




Proses pengurusan perizinan usaha laundry kini menjadi lebih mudah berkat sistem OSS berbasis digital. Berikut tahapan yang perlu dilakukan:

Langkah-langkah:
  1. Menentukan jenis usaha dan KBLI yang sesuai
  2. Membuat akun pada sistem OSS
  3. Mengisi data usaha secara lengkap dan benar
  4. Mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB)
  5. Menentukan tingkat risiko usaha
  6. Mengurus Sertifikat Standar (jika diperlukan)
  7. Memenuhi komitmen usaha sebelum mulai operasional

Seluruh proses ini dapat dilakukan secara online tanpa harus datang langsung ke kantor pemerintahan. Hal ini tentunya sangat membantu pelaku usaha, terutama UMKM, dalam menghemat waktu dan biaya.

Namun, penting untuk memastikan bahwa data yang diinput sesuai dengan kondisi sebenarnya. Kesalahan dalam pengisian data dapat menyebabkan kendala di kemudian hari, terutama saat proses verifikasi atau pengembangan usaha.




Selain aspek legalitas, terdapat beberapa hal penting yang perlu dipersiapkan sebelum memulai usaha laundry agar dapat berjalan dengan optimal.

A. Modal dan Peralatan

  1. Mesin cuci dan mesin pengering
  2. Setrika (manual atau uap)
  3. Timbangan laundry
  4. Rak penyimpanan dan meja kerja
  5. Deterjen, pewangi, dan perlengkapan pendukung

B. Lokasi Usaha

  1. Berada di area strategis seperti dekat kos, kampus, atau perumahan
  2. Memiliki akses air dan listrik yang stabil
  3. Memiliki ruang yang cukup untuk operasional

C. Sumber Daya Manusia

  1. Karyawan yang terlatih
  2. Pembagian tugas yang jelas
  3. Standar Operasional Prosedur (SOP)

D. Strategi Operasional

  1. Penentuan harga yang kompetitif
  2. Pelayanan pelanggan yang baik
  3. Sistem pencatatan keuangan yang rapi

E. Kepatuhan dan Pengembangan

  1. Memiliki izin usaha lengkap
  2. Mematuhi standar lingkungan
  3. Mengembangkan strategi pemasaran

Dengan persiapan yang matang, usaha laundry dapat berjalan lebih efisien dan memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar.




A. Kesimpulan

Usaha laundry merupakan salah satu peluang bisnis yang menjanjikan di tengah kondisi ekonomi yang terus berubah.

Dengan permintaan yang stabil dan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat, usaha ini memiliki potensi untuk berkembang dalam jangka panjang.

Melalui sistem OSS berbasis risiko, pemerintah telah memberikan kemudahan bagi pelaku usaha untuk mendapatkan legalitas secara cepat dan efisien.

Namun, kemudahan ini harus diimbangi dengan pemahaman yang baik terhadap regulasi dan kewajiban yang harus dipenuhi.

Legalitas usaha menjadi fondasi penting dalam membangun bisnis yang profesional, terpercaya, dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, setiap pelaku usaha laundry sebaiknya memastikan bahwa seluruh perizinan telah dipenuhi sebelum memulai operasional.

B. Saran

Agar usaha laundry dapat berkembang secara optimal, berikut beberapa saran yang dapat dipertimbangkan:
  1. Pastikan memilih KBLI yang sesuai sejak awal
  2. Gunakan sistem OSS untuk mempermudah proses perizinan
  3. Mulai usaha dengan skala yang realistis dan terencana
  4. Perhatikan pengelolaan limbah agar tidak merusak lingkungan
  5. Fokus pada kualitas layanan untuk membangun loyalitas pelanggan

Dengan kombinasi antara legalitas yang kuat, strategi bisnis yang tepat, serta pelayanan yang berkualitas, usaha laundry dapat menjadi sumber penghasilan yang stabil sekaligus peluang ekspansi bisnis di masa depan.


Penulis : Dara Septiafitri