Info
Up to 20 KBLI Bidang Usaha, Buka rekening Bank, Kartu nama Semua Direktur, Stempel perusahaan
  May 22, 2026     14:36  
980 79



Usaha ayam petelur menjadi salah satu sektor agribisnis yang terus berkembang di Indonesia.

Tingginya konsumsi telur sebagai sumber protein harian membuat bisnis ini memiliki peluang besar dan relatif stabil dibandingkan banyak jenis usaha lainnya.

Telur digunakan hampir di seluruh lapisan masyarakat, mulai dari kebutuhan rumah tangga, warung makan, restoran, hotel, industri roti, katering, hingga pabrik makanan skala besar.

Di tahun 2026, peluang usaha ayam petelur diperkirakan semakin menjanjikan. Pertumbuhan penduduk, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kebutuhan gizi, serta berkembangnya industri kuliner menjadi faktor utama meningkatnya permintaan telur setiap tahun.




Namun, meskipun terlihat sederhana, usaha ayam petelur membutuhkan pengetahuan, perencanaan, dan pengelolaan yang baik.

Banyak pemula yang gagal karena kurang memahami manajemen kandang, pemilihan bibit, pengelolaan pakan, hingga legalitas usaha.

Melalui artikel ini, Kamu akan mendapatkan panduan lengkap mengenai usaha ayam petelur mulai dari pengertian, dasar hukum, persyaratan usaha, cara memulai usaha, hingga risiko apabila bisnis dijalankan tanpa izin resmi.

Artikel ini sangat cocok bagi pemula yang ingin membangun bisnis ayam petelur dari nol hingga berkembang menjadi usaha yang menguntungkan dan berkelanjutan.



Usaha ayam petelur adalah kegiatan bisnis peternakan yang berfokus pada pemeliharaan ayam khusus penghasil telur untuk tujuan komersial.

Ayam petelur dipelihara dengan sistem tertentu agar mampu menghasilkan telur secara optimal setiap hari. Hasil produksi telur kemudian dijual kepada konsumen, distributor, pasar tradisional, supermarket, rumah makan, atau industri makanan.

Yang perlu diketahui awal sebelum mempersiapkan kandang adalah jenis ayam petelur apa yang akan kamu ternakkan. Ayam petelur terbagi dalam 2 jenis, yaitu Ayam Petelur Ringan dan Ayam Petelur Medium.

Ayam Petelur Ringan

Ayam petelur ringan adalah jenis ayam petelur yang memiliki bobot badan yang ringan dibanding ayam petelur lainnya. Ayam ini juga disebut ayam petelur putih karena memang warna bulu dan telurnya pun putih.

Jadi, jika kamu sering menemukan jenis telur seperti ini dipasar, maka sudah dipastikan itu adalah telur dari ayam petelur ringan.



Tubuh ayam petelur ringan pun terlihat ramping, kurus dan memiliki jengger berwarna merah. Produksi telur yang dihasilkan dapat mencapai 260-280 butir pertahunnya.

Ayam Petelur Medium

Dibandingkan dengan ayam petelur ringan, ayam petelur medium memiliki bobot badan yang lebih besar walau tidak lebih berat dari ayam pedaging seperti ayam broiler.

Ayam ini adalah ayam tipe dwiguna karena selain menghasilkan telur, ayam ini dapat dijual juga dagingnya.



Kebanyakan ayam petelur ini memiliki bulu yang berwarna coklat seperti warna telurnya. Produksi telur yang dihasilkan dapat mencapai 270-290 butir per tahunnya.

Kamu perlu mengetahui jenis telur seperti apa yang permintaannya paling banyak di daerah Kamu, jadi Kamu bisa fokus memenuhi kebutuhan pembeli dibandingkan memilih jenis telur yang tidak populer di daerah Kamu.



Dalam menjalankan usaha ayam petelur, pelaku usaha perlu memahami aspek hukum agar usaha dapat berjalan secara legal dan aman.

Berikut beberapa dasar hukum yang berkaitan dengan usaha ayam petelur di Indonesia :
  1. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan : Mengatur kegiatan peternakan, kesehatan hewan, pengelolaan hasil ternak, dan perlindungan konsumen.
  2. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja : Mengatur penyederhanaan proses perizinan usaha melalui sistem OSS berbasis risiko.
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 : Mengatur mekanisme perizinan berusaha berbasis risiko.



Bisnis ayam potong sangat menjanjikan karena tingginya permintaan pasar, perputaran modal yang cepat, dan siklus panen yang singkat (sekitar 5-6 minggu).
Daging ayam adalah bahan pangan pokok yang terjangkau oleh semua kalangan, menjadikan usaha ini sangat tahan terhadap gejolak ekonomi.

Berikut adalah poin-poin utama yang membuat bisnis ini menjadi salah satu sektor agribisnis paling diminati:

  1. Permintaan Pasar Stabil dan Tinggi: Daging ayam adalah salah satu sumber protein hewani paling populer dan terjangkau. Konsumsinya terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk dan menjamurnya usaha kuliner.
  2. Siklus Panen Singkat (Perputaran Cepat): Ayam potong jenis broiler tumbuh sangat cepat. Hanya dalam waktu sekitar 6 minggu, ayam sudah mencapai berat ideal panen (2,2 - 2,7 kg). Dalam satu tahun, peternak bisa melakukan hingga 7-8 kali panen.
  3. Potensi Keuntungan Menggiurkan: Dengan manajemen pemeliharaan yang baik, rasio konversi pakan (FCR) ayam terbilang sangat efisien. Analisis skala kecil (misal: 1.000 ekor) bahkan berpotensi menghasilkan jutaan rupiah dalam satu kali periode panen.
  4. Pangsa Pasar Luas: Saluran distribusi sangat mudah ditemukan. Anda dapat menyuplai langsung ke pedagang pasar tradisional, agen pengepul, restoran, warung makan, hingga industri pengolahan daging


1. Menentukan Skala Usaha

Untuk pemula, sangat disarankan untuk memulai dengan skala kecil guna mempelajari manajemen pemeliharaan dan menguji pasar.
  1. Skala Mikro/Rumahan (50 - 100 ekor): Cocok untuk sampingan atau belajar dengan modal Rp5 juta - Rp15 juta.
  2. Skala Menengah (100 - 300 ekor): Membutuhkan modal sekitar Rp15 juta - Rp40 juta.
  3. Skala Komersial (1.000 ekor ke atas): Membutuhkan modal di kisaran Rp60 juta hingga ratusan juta rupiah.

2. Mempersiapkan Kandang

Kandang adalah investasi terpenting dalam bisnis ini. Dua jenis kandang yang paling umum digunakan adalah:
  1. Kandang Baterai: Kandang kotak dari kawat/bambu yang disekat untuk 1-2 ekor ayam. Sangat efisien karena lantai dibuat miring agar telur langsung menggelinding keluar.
  2. Kandang Umbaran (Koloni): Satu kandang besar diisi banyak ayam.
  3. Lokasi Kandang: Harus berjarak aman dari pemukiman warga, mendapat sinar matahari pagi yang cukup, serta memiliki sirkulasi udara yang baik. Pastikan juga lokasi memiliki akses jalan yang mudah untuk distribusi pakan dan telur.

3. Pemilihan Bibit Unggul (Pullet)

Pilihlah bibit ayam yang sudah berumur sekitar 16-18 minggu (pullet) atau siap bertelur. Pastikan Anda membeli dari supplier atau distributor pembibitan bersertifikat agar kualitas genetiknya terjamin. Strain yang populer antara lain Lohmann, Isa Brown, dan Hy-Line.

4. Manajemen Pakan dan Nutrisi

Pakan merupakan komponen pengeluaran terbesar (mencakup sekitar 70% dari total biaya operasional).
  1. Kebutuhan Harian: Seekor ayam petelur dewasa membutuhkan sekitar \(\$110-\$120 \text{ gram}\) pakan per hari.
  2. Komposisi: Harus mengandung protein, karbohidrat, mineral, dan kalsium yang seimbang. Gunakan pakan pabrikan khusus layer (fase produksi) agar kualitas dan kuantitas telur maksimal.


5. Kesehatan dan Sanitasi

Penyakit dapat menyebar dengan cepat dalam peternakan.
  1. Vaksinasi: Lakukan jadwal vaksinasi rutin sejak ayam berusia doc (anak ayam) hingga grower untuk mencegah penyakit seperti Tetelo atau Flu Burung.
  2. Vitamin: Berikan vitamin tambahan secara berkala untuk menjaga daya tahan tubuh dan kualitas cangkang telur.
6. Analisa Usaha & Perkiraan Modal (Simulasi Skala 100 Ekor)
Sebagai acuan, berikut adalah estimasi kasar biaya awal dan potensi keuntungan untuk 100 ekor ayam (harga dapat fluktuatif):
  1. Modal Awal (Pembelian Pullet, Pembuatan Kandang, dan Pakan Awal): Rp10 juta - Rp12 juta.
  2. Produktifitas: Ayam petelur yang sehat dapat menghasilkan sekitar 300 - 330 butir per tahun atau rata-rata tingkat produksi harian di angka \(80\%\) hingga \(90\%\) pada puncak produksi.
  3. Pendapatan Bersih: Dengan asumsi harga jual telur standar dan semua operasional dikelola sendiri, keuntungan bersih dapat mencapai jutaan rupiah per bulan tergantung pada stabilitas harga pakan dan telur.

7. Pengurusan Legalitas

Untuk pengembangan bisnis jangka panjang, pastikan Kamu mendaftarkan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem OSS agar peternakan Kamu diakui secara resmi dan memudahkan akses permodalan.

Bagi Kamu yang ingin mendalami SOP (Standar Operasional Prosedur) budidaya hingga manajemen modern. Kamu dapat mempelajari buku panduan resmi dari pemerintah yang tersedia di Agropustaka.

Selain itu, pastikan untuk selalu mendaftarkan kelayakan lokasi kandang Kamu di dinas peternakan setempat.


Syarat dan Dokumen yang Diperlukan untuk Izin Peternakan Ayam

  1. Akta Pendirian Badan Usaha
  2. Nomor Induk Berusaha (NIB)
  3. Surat Keterangan Domisili Usaha (SKU)
  4. Izin Lingkungan atau AMDAL/UKL-UPL
  5. Sertifikat Laik Higiene Sanitasi Peternakan
  6. Surat Izin Usaha Peternakan (SIUP)
  7. Nomor Kontrol Veteriner (NKV)
  8. NPWP Badan Usaha.




Untuk memulai bisnis budidaya ayam ras petelur di Indonesia, kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang harus Kamu gunakan adalah 01462 (Budidaya Ayam Ras Petelur).

Berikut adalah rincian untuk kode KBLI tersebut:
  1. 01462 (Budidaya Ayam Ras Petelur): Kategori ini mencakup usaha pembibitan dan pemeliharaan ayam ras untuk tujuan utama menghasilkan telur konsumsi (telur ayam ras).
  2. Perdagangan (Opsional): Jika Kamu juga berencana melakukan distribusi dan penjualan telur secara skala besar (grosir), Kamu dapat mendaftarkan tambahan KBLI 46325 (Perdagangan Besar Telur Dan Hasil Olahan Telur).
Untuk mendaftarkan NIB (Nomor Induk Berusaha) dan izin operasional bisnis Kamu, pengurusan dapat dilakukan secara langsung melalui platform resmi OSS RBA (Online Single Submission Risk Based Approach).


A. Kesimpulan

Usaha ayam petelur merupakan peluang bisnis yang sangat menjanjikan di tahun 2026 karena permintaan telur terus meningkat setiap hari. Dengan pengelolaan yang baik, usaha ini dapat memberikan keuntungan stabil dan berkelanjutan.

Namun, keberhasilan usaha ayam petelur tidak hanya ditentukan oleh jumlah ayam atau besarnya modal. Pelaku usaha juga harus memahami manajemen kandang, kualitas pakan, kesehatan ayam, pemasaran, serta legalitas usaha.

Menjalankan usaha secara profesional sejak awal akan membantu bisnis berkembang lebih cepat dan dipercaya pasar.

B. Saran

Bagi pemula yang ingin memulai usaha ayam petelur, berikut beberapa saran penting:

  1. Mulailah dari skala kecil terlebih dahulu.
  2. Fokus pada kualitas perawatan ayam.
  3. Gunakan bibit unggul dan pakan berkualitas.
  4. Pelajari manajemen peternakan secara konsisten.
  5. Bangun jaringan pemasaran sejak awal.
  6. Pisahkan keuangan pribadi dan usaha.
  7. Segera urus legalitas usaha.
  8. Jaga kebersihan dan kesehatan kandang setiap hari. 
Dengan perencanaan yang matang, kerja keras, dan pengelolaan yang baik, usaha ayam petelur dapat menjadi sumber penghasilan yang stabil sekaligus peluang bisnis jangka panjang yang sangat menjanjikan.

Penulis : Dara Septiafitri