
Usaha budidaya lele merupakan salah satu sektor perikanan air tawar yang terus berkembang di Indonesia.
Tingginya konsumsi masyarakat terhadap ikan lele, baik dalam bentuk ikan segar maupun produk olahan, menjadikan bisnis ini tetap menarik untuk dijalankan oleh pelaku usaha skala kecil hingga besar.
Di tengah meningkatnya kebutuhan protein hewani dengan harga terjangkau, lele menjadi salah satu komoditas unggulan yang memiliki pasar luas.
Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga terus mendorong pengembangan budidaya lele melalui program bioflok, bantuan benih, serta penguatan akses pasar bagi pembudidaya.
Bahkan pada tahun 2026, KKP menargetkan beberapa daerah menjadi sentra produksi lele nasional guna memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat.
Namun, muncul pertanyaan yang sering diajukan calon pengusaha: Apakah usaha lele masih menguntungkan pada tahun 2026 dan seterusnya?
Jawabannya adalah ya, masih sangat potensial, asalkan dikelola dengan baik, memahami kebutuhan pasar, serta menerapkan teknik budidaya yang efisien.

Kegiatan ini dapat dilakukan menggunakan kolam tanah, kolam beton, kolam terpal, maupun sistem bioflok.

- UU No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan (sebagaimana telah diubah dengan UU No. 45 Tahun 2009): Mengatur ketentuan umum budidaya perikanan, kewajiban izin, serta sanksi bagi pelanggar.
- UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja: Menyederhanakan proses perizinan berusaha melalui sistem perizinan berbasis risiko.
- Peraturan Pemerintah (PP) No. 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko: Menetapkan usaha budidaya ikan skala mikro dan kecil masuk dalam kategori Risiko Menengah Rendah





Oleh karena itu, Anda perlu memahami tahapan usaha ternak lele yang tepat agar bisnis terarah dan menguntungkan.
Setelah itu, Anda perlu melakukan analisa untung rugi agar dapat mengelola keuangan usaha secara lebih optimal.
Tips Sukses Pemula
- Gunakan Benih Unggul: Selalu pilih benih yang sehat, lincah, dan berasal dari indukan berkualitas (seperti Sangkuriang atau Mutiara) agar pertumbuhan maksimal.
- Manajemen Pakan yang Baik: Berikan pakan berkualitas dan hitung jumlah pakan secara berkala sesuai berat biomassa ikan agar tidak ada sisa pakan yang mengotori kolam.
- Perluas Pasar: Jangan hanya menjual lele dalam kondisi segar. Anda bisa mengolahnya menjadi lele bumbu siap masak, lele fillet, atau frozen food untuk meningkatkan nilai jual (profit margin).

Bahkan pemerintah terus memperkuat budidaya lele melalui program bioflok dan pengembangan akses pasar bagi para pembudidaya.